Mediakotasubulusalam.id - Warga desa Jabi-Jabi Bharat Kecamatan Sultan
Daulat Kota Subulussalam minta jajaran Polres Aceh Singkil segera
memproses dugaan penggelapan dana desa sumber APBN Tahun 2015.
Permintaan ini diutarakan sejumlah warga,guna menindak lanjuti
laporan mereka ke Polres Aceh Singkil beberapa waktu lalu terkait
penyelewengan dana desa Tahun Anggaran 2015 yang dilakukan oknum Kepala
Desa.
"Kami berharap Jajaran Polres serius menyidik penggelapan dana yang
notabene telah merugikan masyarakat luas dan Keuangan Negara"Kata Prato,
Senin (29/2) Warga Jabi-Jabi Bharat.
Dikatakan,tindakan serakah dari oknum Kepala Desa tersebut harus
mendapat sanksi hukum yang setimpal agar perlakuan serupa tidak terulang
lagi dimasa mendatang.Kami juga berharap Pemerintah setempat dapat
meninjau ulang kepemimpinan Geuchiek dimaksud apabila nanti jelas
terbukti dan status tersangka telah ditetapkan penegak hukum.
Satu kejadian memalukan terjadi lagi kemarin (minggu,lalu) tambah
Prato,yaitu pihak rekanan membawa pulang seluruh barang dan peralatan
pembuatan sumur bor.konon kabarnya Kepala Desa belum membayar biaya
pemasangan sumur bor di dua titik sebesar Rp.60 juta,"Namun setelah
negoisasi dilakukan,akhirnya rekanan berkenan kembali membuat sumur bor
itu" Sebut Prato Via Phone pada Berita.
Sementara,Ali Hasmi selaku perwakilan warga Desa Siperkas Kecamatan
Rundeng Kota Subulussalam yang juga telah mendaftarkan laporan nya ke
Polres Aceh Singkil,23 Pebruari lalu,berharap untuk segera memanggil dan
menyidik pemangku Desa atas dugaan penyelewengan dana desa tahun 2015
lalu dengan sumber dana APBN.
Rincian penggunaan dana yang kami laporkan antara lain pembuatan parit
rencana perkebunan masyarakat ukuran 2x2 meter,panjang 2656 meter dengan
pagu Rp.238.533.485,69,selanjutnya Rehabilitas Jembatan kayu
Siperkas-Ginasing dengan Pagu Rp.29,226,000 dan pembentukan dan
pengembangan (BUMK) Kelapa Sawit pagu Rp.32 juta sebanyak 4650
bibit,"Ditaksir kerugian negara,Rp.167 juta lebih"sebut Ali.
Dia juga menyebutkan bahwa selama kepemimpinan Geuchiek mereka,lima
tahun terakhir ini tidak ada perbaikan apa pun yang dilakukan di
desa,begitu juga dana bantuan ke perwiritan,PKK dan bantuan Jompo raib
ditelan bumi."Semua pekerjaan kemarin hanya dilaksanakan oleh
kroni-kroni nya saja tanpa ada mengikut sertakan peran aktif masyarakat
setempat".
Herannya lagi,keberadaan kantor desa lama tidak pernah
difungsikan,sehingga kondisinya sudah memprihatinkan sekali.Moubilier
nya juga tidak ada,"lalu dikemanakan sewa kantor,pengadaan Moubilier dan
ATK kantor tersebut.apakah itu juga ikut ditilap oknum Kepala
Desa"beber Ali Hasmi ketus.Sumber:http://beritasore.com/2016/02/29/warga-minta-polres-aceh-singkil-proses-penggelapan-dana-desa/

0 komentar
Add Comments